Menonaktifkan Petunjuk Charms Bar pada Windows 8

Diposting oleh Unknown on Selasa, 06 November 2012

Fitur terbaru di Windows 8 adalah “Charms Bar“, yang mirip dengan fitur dock pada Mac OS X dan akan muncul secara otomatis pada layar begitu Anda menggerakkan mouse ke ujung kanan atas atau kanan bawah layar. Fungsinya untuk menyediakan akses cepat ke lima komponen sistem berikut: Search, Share, Start Screen, Devices, dan Settings. Shortcut untuk Charms Bar dapat diakses dengan menekan tombol keyboard “Win+C“. Fitur ini berguna untuk mengakses beberapa komponen penting pada Windows, namun bagi beberapa pengguna fitur ini dianggap cukup mengesalkan, terutama pada saat memindahkan kursor mouse ke pojok kanan atas untuk menutup jendela, seketika itu juga Charms Bar muncul otomatis.
Untuk mengatasi masalah ini, kali ini saya berikan trik mengubah registry untuk mematikan petunjuk Charms Bar (harap diperhatikan, tutorial ini bukan untuk menonaktifkan secara total fitur Charms Bar). Dengan tutorial ini, Anda tidak akan mendapatkan Charms Bar secara tidak sengaja lagi pada layar monitor, hanya saat Anda menginginkannya saja. Hal ini terjadi jika Anda menggerakkan kursor mouse ke pojok kanan atas lalu memindahkannya ke arah bawah sepanjang ujung kanan layar (begitu juga sebaliknya dari  pojok kanan bawah layar lalu dipindahkan ke arah atas).
1. Tekanlah kombinasi tombol Win+R untuk meluncurkan kotak dialog Run. Ketik regedit dan tekan Enter.
2. Masuk ke kunci berikut:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ImmersiveShell\
3. Di bawah kunci ImmersiveShell, jika belum ada, buatlah kunci baru bernama EdgeUI.
4. Pilih kunci EdgeUI tadi, lalu pada panel sebelah kanan, pilih kunci DWORD baru bernamaDisableCharmsHint, dan aturlah nilainya menjadi 1.
Trik ini akan langsung aktif tanpa perlu me-restart atau log off komputer Anda. Jika Anda ingin menyalakan petunjuk fitur Charms Bar lagi, hapus kunci DWORD DisableCharmsHint, atau atur nilainya kembali menjadi 0.
More aboutMenonaktifkan Petunjuk Charms Bar pada Windows 8

Mengaktifkan Tema Aero Lite di Windows 8 RTM

Diposting oleh Unknown

Tema “Aero Lite” diperkenalkan di Windows 8 versi pengujian untuk menggantikan tema “Windows Basic” yang ada di Windows Vista dan 7. Aero Lite tidak memiliki efek cantik di “Aero Glass” seperti refleksi, blur, transparansi pada taskbar, dan lain-lain. Pokoknya bersih dan simple, diciptakan untuk komputer low-end seperti netbook yang tidak memiliki hardware yang cukup untuk mendukung tema Aero pada Windows 8. Pada Windows 8, jika komputer Anda tidak memiliki hardware yang cocok, maka tema Aero Lite akan diaktifkan secara default, dan sebaliknya begitu juga. Jika hardware Anda cocok maka tema Aero yang biasa akan aktif otomatis. Pada Windows 8 versi Release Preview dan Consumer Preview tema ini dapat diakses di Desktop Properties, namun pada versi RTM tema Aero Lite menjadi tidak ada.
Sekarang, ada pengguna Windows 8 RTM yang ingin tetap menggunakan Aero Lite dengan alasan yang bermacam-macam. Ada yang ingin menggunakan Aero Lite untuk menghemat baterai notebook, ada yang berpikir netbook terlalu berat untuk menggunakan efek Aero full, ada yang ingin menghilangkan efek transparansi pada taskbar di Windows 8 RTM, dan sebagainya. Yang menjadi masalah, bagaimana cara mengaksesnya?
Sebenarnya tema Aero Lite masih ada namun Microsoft menghapus file .theme yang bersangkutan sehingga tidak muncul pada jendela Desktop Personalization. Setiap tema yang muncul pada jendela itu memiliki file .theme yang bertanggung jawab untuk menampilkan nama pada Desktop Personalization. File .theme ini merujuk pada file .msstyles yang mengandung seluruh persyaratan yang diperlukan untuk mengubah elemen UI ketika Anda meng-apply sebuah tema. Pada Windows 8 RTM, file Aerolite.msstyles ini masih ada, sehingga Anda cukup membuat file. theme yang merujuk pada file Aerolite.msstyles. Silakan simak caranya dengan mengikuti petunjuk di bawah ini.
1. Tekan kombinasi tombol Win+R untuk meluncurkan kotak dialog Run, ketik resources dan tekanEnter. Folder “Resources” akan terbuka pada Windows Explorer. Atau Anda juga dapat browse keC:\Windows\Resources.
2. Klik dua kali pada folder “Themes“. Periksa folder “aero” pada folder Themes, Anda akan melihat file aerolite.msstyles sebagai bukti bahwa Aero Lite masih ada.
3. Salin file aero.theme pada folder Themes dan paste ke folder sembarang, misalnya My Documents.
4. Rename file baru itu menjadi aerolite.theme, lalu bukalah dengan Notepad atau teks editor lainnya.
5. Ketika Anda membuka file aerolite.theme pada Notepad, Anda cukup mengganti 2 baris berikut pada file-nya:
  • Gantilah parameter “DisplayName” pada baris ke-5, yang mengandung nama tema yang ditampilkan pada jendela Desktop Personalization. Gantilah string setelah tanda sama dengan (=) menjadi nama yang sesuai keinginan Anda, contohnya “Aero Lite“.
  • Sekarang scroll ke bawah dan cari parameter “[VisualStyles]” pada baris ke-51. Gantilah string aero.msstyles menjadi aerolite.msstyles.
6. Simpan filenya, kemudian pindahkan ke folder Themes.
7. Klik kanan desktop, buka jendela Desktop Personalization untuk mendapatkan tema Aero Lite yang sesuai dengan nama yang diberikan tadi. Klik ikon “Aero Lite“. Selesai.
Setelah saya mencoba tema Aero Lite pada Windows 8 RTM, anehnya fitur untuk menampilkan thumbnail jendela pada Taskbar tetap berjalan. Saat ini belum ada metode untuk menonaktifkan fitur thumbnail ini.
Sekedar tambahan, Microsoft sengaja menghapus source code untuk efek Aero Glass pada Windows 8 RTM. Jadi, walaupun komputer Anda memenuhi persyaratan untuk menjalankan Aero, tetap saja tidak dapat mengaktifkan efek Aero Glass pada jendela aplikasi. Ada sebuah trik untuk mengaktifkannya, namun masih memiliki bug yang mengganggu. Mungkin saya akan membagikan triknya pada kesempatan berikutnya.
More aboutMengaktifkan Tema Aero Lite di Windows 8 RTM

Trik Menampilkan Administrative Tools pada Windows 8

Diposting oleh Unknown

Secara default, Windows 8 menyembunyikan Computer Management, Event Viewer, Disk Cleanup, dan Administrative Tools lainnya dari Start screen. Jika Anda sering menggunakan tools tersebut, Anda dapat mengaturnya agar menjadi kelihatan pada Start screen.
Pada Start screen, letakkan cursor mouse pada bagian bawah atau kanan atas layar dan klik Settings charm. Atau dapat juga dengan menggunakan shortcut Win + C.
Settings Charm
Klik pilihan Settings kemudian set slider pada Show administrative tools menjadi Yes
Show Administrative Tools
Selesai, sekarang bermacam-macam link Adminstrative Tools akan muncul pada Start sceen dan pada list All Apps.
More aboutTrik Menampilkan Administrative Tools pada Windows 8

Trik Meng-install Windows 8 Tanpa Product Key

Diposting oleh Unknown

Windows 8 memiliki 3 edisi yaitu Windows 8 Core, Professional, dan Enterprise. Bagi pengguna yang memiliki salah satu image (ISO) Windows 8 salah satu edisi, Anda dapat mengubahnya menjadi installer universal dimana pada saat proses instalasi Anda dapat memilih edisi Windows 8 yang ingin di-install. Keuntungannya, Anda juga dapat mem-bypass langkah dimana Anda harus memasukkan product key, seperti yang sudah saya paparkan di artikel berikut. Sebetulnya cara ini mirip dengan prosedur membuat ISO Windows 7 universal, yang membedakan pada Windows 8 file ei.cfg dihilangkan dari subfolder \sources\, sementara di Windows 7 file ei.cfg tersedia namun harus diubah sedikit, seperti pada artikel yang pernah saya tulis di sini.
1. Boot ISO Windows 8 dengan program pembaca image (misalnya Daemon Tools Lite), lalu salinlah seluruh isi dari image ISO (atau mengopinya dari DVD) ke sembarang folder lain di hard disk Anda. Misalnya ke folder D:\Windows8\
2. Buka Notepad, salinlah teks berikut ke dalam Notepad, kemudian simpan dengan nama file “ei.cfg” (tanpa tanda kutip).
[Channel]
Retail
[VL]
0
3. Pindahkan file ei.cfg ke subfolder \Sources\ yang berada di dalam folder yang telah dibuat tadi. Misalnya, folder D:\Windows8\Sources\
4. Burn isi folder yang telah berisi file ei.cfg tadi menjadi ISO baru, atau bakar ke DVD. Agar mudah membuatnya menjadi image yang bootable, saya rekomendasikan menggunakan bantuan program seperti ImgBurn.
Menambahkan file ei.cfg dengan bagian [Channel] pada subfolder \Sources\ akan mengaktivasi layar dimana Anda dapat memilih edisi Windows 8 yang ingin di-install, kemudian menanyakan product key pada bagian akhir instalasi, namun dapat di-bypass dengan opsi “Skip”. Jika Anda menekan Skip, instalasi akan meng-install Windows 8 dengan default product key (product key unutk menginstalasi Windows). Perlu diingat, default product key ini hanya untuk menginstalasi Windows, bukan untuk mengaktivasinya. Anda perlu membeli lisensi Windows 8 yang asli untuk dapat mengaktivasinya secara permanen.
More aboutTrik Meng-install Windows 8 Tanpa Product Key

Trik Mengaktifkan Fitur Hybrid Boot di Windows 8

Diposting oleh Unknown

Startup yang menggunakan Hybrid Boot prinsipnya menggunakan konsep hibernasi / hibernateuntuk proses startup dengan menyimpan memori core Windows ke hard disk dan memanggilnya lagi saat boot sehingga menjadi lebih cepat. Jadi, prinsipnya menggabungkan hibernasi dan normal boot. Keuntungan menggunakan fitur ini adalah waktu startup menjadi lebih cepat lagi. Pada Hybrid Boot, keuntungannya seluruh driver, services, dan device tidak perlu diinisialisasi dan dijalankan setiap kali boot. Data ini akan dibaca dari file hiberfil.sys dan melanjutkan driver atau service yang ditunda akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan dijalankan dengan “cara lama” yaitu Normal Boot atau Cold Boot. Perbedaan prinsip Hybrid Boot dan Normal Boot terlihat pada gambar berikut.
Seperti yang telah saya bahas di artikel berikut, startup dengan Hybrid Boot berjalan sangat cepat yaitu hanya 12 detik saja, lebih cepat 38% dari Normal Boot. Hal ini telah saya uji sendiri pada netbook dengan hard disk berjenis  SATA-II 5400 rpm. Mungkin akan lebih cepat lagi jika Anda menggunakan Solid State Disk atau menggunakan motherboard yang memiliki fitur UEFI (Unified Extensible Firmware Interface).
Berikut adalah cara kerja dari Hybrid Boot. Pada proses shutdown komputer, Hybrid Boot akan me-log off pengguna, menutup seluruh aplikasi, dan menunda (suspend) seluruh sistem pada file hibernation yaitu hiberfil.sys.  Sedangkan pada proses startup atau boot komputer, Hybrid Boot akan melanjutkan device, driver, dan services yang telah ditunda dari file hiberfil.sys, kemudian pengguna log on ke Desktop dan seluruh aplikasi startup dipanggil.
Sekarang, bagaimana cara mengetahui dan memastikan bahwa fitur Hybrid Boot telah aktif pada komputer Anda? Ikuti langkah-langkah berikut.
 Artikel ini ditulis oleh Danny (JasaIT). Dilarang keras menyalin keseluruhan atau bagian dari artikel ini tanpa mencantumkan link asli artikel ini.
1. Pertama Anda harus memastikan apakah terdapat file hiberfil.sys pada komputer Anda. Untuk mengeceknya, silakan buka File Explorer, kemudian pada menu Ribbon, klik View, kemudian pastikan terdapat tanda centang pada Hidden Items.
2. Pada menu yang sama, klik Options. Jendela Folder Options akan terbuka.
3. Pada View > Advanced Settings, hilangkan tanda centang pada opsi “Hide protected operating system files (recommended)“.
4. Pastikan terdapat file hiberfil.sys di drive C:\ atau partisi dimana Anda meng-install Windows 8.
5. Sekarang, kita akan memastikan apakah fitur hibernation telah aktif. Arahkan kursor mouse ke pojok kiri bawah layar, klik kanan pada thumbnail menu Start yang muncul untuk mengakses Quick Access Menu. Pilih “Command Prompt (Admin)“.
6. Jendela Command Prompt akan muncul. Ketikkan perintah berikut, lalu tekan Enter:
powercfg /h on
7. Tutup jendela Command Prompt.
8. Terakhir, pastikan bahwa Hybrid Boot telah aktif. Ikuti langkah dari nomor 1 sampai 3 pada artikel berikut.
9. Pastikan terdapat tanda centang pada opsi “Turn on fast startup (recommended)“. Klik “Save changes“, lalu tutup jendela Power Options.
10. Sekarang, komputer Anda dapat menggunakan fitur Hybrid Boot. Untuk mengeceknya, silakan lakukan Shut down. Untuk yang belum mengetahui cara Shut down di Windows 8, caranya agak berbeda dengan cara men-shutdown di Windows versi sebelum Windows 8. Pada Windows 8, Anda harus membuka Charms Bar dengan menggerakkan kursor mouse ke ujung kanan bawah atau kanan atas layar, klik Settings, kemudian Power. Pada daftar opsi yang tersedia pilih opsi “Shut down“.
Anda tidak ingin menggunakan fitur Hybrid Boot dan ingin menggunakan Normal Boot saja? Hilangkan tanda centang pada opsi “Turn on fast startup (recommended)” di langkah 9 di atas, lalu klik “Save changes“.
 Artikel ini ditulis oleh Danny (JasaIT). Dilarang keras menyalin keseluruhan atau bagian dari artikel ini tanpa mencantumkan link asli artikel ini.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk fitur Hybrid Boot seperti berikut:
  • Driver komputer Anda harus mendukung fitur Hibernation.
  • Fitur Hibernation harus aktif terlebih dulu pada komputer Anda.
  • Hybrid Boot tidak dapat digunakan jika Anda meng-install Windows 8 pada Virtual Machine.
  • Hybrid Boot hanya dapat digunakan jika Anda memilih opsi “Shut down” pada langkah nomor 10 di atas. Opsi “Restart” akan melakukan proses shutdown dan startup seperti layaknya Normal Boot.
  • Tidak ada efek samping dari Hybrid Boot terhadap komputer Anda, selain proses startup yang lebih cepat 30% hingga 50% (tergantung hardware dan konfigurasi komputer Anda).
  • Proses startup akan berjalan lebih cepat jika Anda menonaktifkan program yang tidak diperlukan pada saat startup. Untuk menghapus program yang tidak diperlukan saat startup, klik kanan pada Taskbar, pilih Task Manager. Klik tanda panah di samping “More details“. Pindah ke tab Startup. Pilih program yang ingin dibuang saat startup, lalu klik kanan dan pilih “Disable“. Tutup Task Manager.
sumber:http://jasait.com/windows/trik-mengaktifkan-fitur-hybrid-boot-di-windows-8/
More aboutTrik Mengaktifkan Fitur Hybrid Boot di Windows 8

Cara Install Windows 8 di Mac

Diposting oleh Unknown on Minggu, 04 November 2012

Cara Install Windows 8 di Mac

Windows 8 Consumer Preview rilis di MWC 2012 Barcelona akhir Februari lalu. Pecinta Windows pastinya telah mencoba Windows 8 untuk merasakan pengalaman menggunakan Windows tiles dan sensasi upgrade dari Windows 7 sebelum nantinya Windows 8 full version resmi rilis. Di lain sisi Mac OS X Lion yang rilis tahun lalu memberikan fitur-fitur unggulan untuk Mac. Meski demikian harus diakui Lion tak bisa menjalankan sejumlah aplikasi yang hanya bekerja di komputer Windows.

Tapi jika Anda memiliki Mac dan ingin mencoba Windows 8, tak usah repot membeli sebuah PC hanya untuk merasakan fitur-fitur baru di Windows 8. Faktanya, Windows 8 beta bisa bekerja di Mac Anda.

Well, tapi perlu diingat bahwa bukan hal mudah untuk bisa install Windows 8 di Mac. Untuk itu pastikan Anda mengikuti setiap langkah yang kami berikan dengan seksama dan benar.

1. Silakan buka Windows 8 download page.


2. Download ISO file


3. Anda akan diarahkan pada halaman ISO file. Pilih file di urutan paling atas. Pastikan copy sertial key yang disediakan di sebelahnya.



4. Setelah download file Windows 8 dalam ukuran besar, jalankan Boot Camp Assistant.




5. Centang 3 opsi dalam Boot Camp Assistant. Pilihan paling atas akan mengubah thumb drive menjadi sebuah installer untuk Windows 8.




6. Jika pilihan paling atas ter-highlight abu-abu, maka Anda harus burn ISO file ke DVD.




7. Silakan burn ke DVD (atau masukkan di USB drive melalui Boot Camp). Tampilannya akan sepeti screenshot di bawah ini:

More aboutCara Install Windows 8 di Mac

Windows 8 Trick

Diposting oleh Unknown

Windows 8: 20 Tips dan Trik Apa yang akan Anda lakukan dengan sistem operasi baru? Segera singsingkan lengan baju Anda dan menjelajahi setiap bagian dari OS. Pertama kali Anda harus membuat tweak registrasi manual untuk membuka elemen tersembunyi dari OS terbaru: Anda jelajahi pilihan konfigurasi untuk melihat apa yang berubah, baru dan apa yang Anda inginkan.
Anda perlu mencurahkan beberapa jam untuk bermain dengan semua fitur yang berbeda. Atau jika Anda menginginkannya secara cepat, Anda bisa mengikuti panduan di bawah ini. Ada 20 item mengagumkan yang wajib Anda ketahui dari sistem operasi terbaru Microsoft.




1. Metro: Langsung ketik itu!
Pertama kita akan mulai dengan trik yang mudah. Jika Anda menggunakan Metro UI pada Windows 8 dan ingin mengupload aplikasi, jangan gerakkan mouse di layar atau scroll mouse, tapi langsung saja ketik! Anda tidak perlu mencari tombol pencarian atau yang lainnya sebab Windows 8 akan mencoba untuk menemukan apapun yang Anda ketik, misalkan itu “Solitaire” atau “Control Panel”.




2. Screenshots sangat menyenangkan dan serbaguna.
Microsoft akhirnya telah membuat cara yang super mudah untuk membuang konten pada screen down untuk sebuah image file. Pertama Anda klik key Print Screen untuk meng-copy konten, tapi Anda masih harus paste pada image pada aplikasi lainnya. Setelah itu buka Windows Key dan Print Screen secara bersamaan untuk membersihkan seluruh layar Anda pada file PNG dalam gambar folder. Mudah!



3. Jangan Upgrade!
Ini adalah panduan untuk menginstal Windows 8, dan jangan mengupgrade Windows 8 pada sistem operasi yang sudah ada. Jika hal ini Anda lalukan maka ada potensi yang tidak kompatible pada perangkat lunak, game dan aplikasi “test version” di Windows 8. Ada baiknya Anda baca buku panduan sebelum menginstal Windows 8.




4. Hot Corner adalah teman Anda.
Microsoft meninggalkan beberapa navigasi kasat mata di empat sudut layar Anda, dan jika Anda menempatkan mouse maka Anda akan melihat menu tersebut. Menu di pojok atas dan bawah untuk mengakses Charm Bar: Search dan Sharing capabilities.  Di pojok atas dan bawah sebelah kiri untuk mengakses “Switch List” seperti Anda menekan kombinasi tombol alt dan tab pada keyboard.

5. Hotkey adalah teman anda juga.
Kecuali Anda menggunakan PC dengan layar sentuh, navigasi antar muka dengan UI Metro bisa sangat membosankan. Jadi jangan gunakan mouse Anda, cukup gunakan keyboard Anda. Berikut beberapa hotkey:
Windows Key + Tab - untuk membuka “Switch List”.
Windows Key + C - untuk membuka Charms Bar.
Windows Key + I - untuk membuka Setting Menu.
Windows Key + T - untuk kembali ke Deksktop Mode dan membuka kembali menu taskbar.
Windows Key + Shift + . - untuk membawa aplikasi di kiri, tengah atau sisi kanan pada layar.
Windows Key + M - untuk ke Desktop dan meminimalkan semua aplikasi.
Windows Key + Q - untuk membuka pencarian global Windows 8 melalui Metro.
More aboutWindows 8 Trick

Cara Memodifikasi Blogger Label Dengan CSS3

Diposting oleh Unknown



CSS - Bosen dengan tampilan label yang biasa saja. Sekarang kamu bisa menghilangkan rasa bosan itu dengan tampil baru dan keren. Dengan CSS3 tampilan blogger label milik kamu jadi keren. Dan berikut cara memodifikasi nya. Di desain oleh stylifyyourblog.


1. Login ke blog kamu.
2. Pastikan kamu sudah memasang label nya.
3. Template > Edit HTML > Cari kode ]]></b:skin>
4. Letakan kode di bawah ini tepat di atas kode nomor 3.
.label-size{
   display: inline-block;
   padding: 0px 10px;
   height: 29px;
   line-height:29px;
   border-radius: 5px;
   font-weight:bold;
   font-size:12px;
   text-decoration:none;
}

.label-size{
  border: 1px solid #769e42;
  box-shadow: inset 0 1px 0 #c5e59c ;
  background-color: #9ed35a;
  text-shadow: 0px 1px 1px #6ea23b;
  color: #fff;
  background-image: linear-gradient(bottom, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -o-linear-gradient(bottom, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -moz-linear-gradient(bottom, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -webkit-linear-gradient(bottom, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -ms-linear-gradient(bottom, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
}

.label-size:hover{
  background-color: #b7fa66;
  background-image: linear-gradient(top, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
  background-image: -o-linear-gradient(top, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
  background-image: -moz-linear-gradient(top, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
  background-image: -webkit-linear-gradient(top, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
  background-image: -ms-linear-gradient(top, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
}

.label-size:active{
  background-image: linear-gradient(top, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -o-linear-gradient(top, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -moz-linear-gradient(top, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -webkit-linear-gradient(top, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -ms-linear-gradient(top, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
}

.label-size{
  display:inline-block;
  border-radius: 5px 0 0 5px;
  border-right-width:0;
  position:relative;
  z-index:5;
  margin-right: 20px;
  margin-bottom: 10px;
}

.label-size:after{
  content: " ";
  width: 22px;
  height: 22px;
  line-height: 18px;
  font-size:25px;
  border-top: 1px solid #769e42;
  border-right: 1px solid #769e42;
  box-shadow: inset 0 1px 0 #c5e59c ;
  background-color: #9ed35a;
  text-shadow: 0px 1px 1px #7eac46;
  border-radius: 3px 7px 3px 0;
  color: #fff;
  background-image: linear-gradient(135deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -o-linear-gradient(135deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -moz-linear-gradient(135deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -webkit-linear-gradient(135deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -ms-linear-gradient(135deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  position:absolute;
  top: 3px;
  right: -12px;
  z-index:-3;
  -webkit-transform: rotate(45deg);  /* Saf3.1+, Chrome */
       -moz-transform: rotate(45deg);  /* FF3.5+ */
        -ms-transform: rotate(45deg);  /* IE9 */
         -o-transform: rotate(45deg);  /* Opera 10.5 */
            transform: rotate(45deg);
               filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.Matrix(/* IE6–IE9 */
                       M11=0.7071067811865476, M12=-0.7071067811865475, M21=0.7071067811865475, M22=0.7071067811865476, sizingMethod='auto expand');
                 zoom: 1;
}

.label-size:hover:after{
  background-color: #b7fa66;
  background-image: linear-gradient(-45deg, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
  background-image: -o-linear-gradient(-45deg, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
  background-image: -moz-linear-gradient(-45deg, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
  background-image: -webkit-linear-gradient(-45deg, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
  background-image: -ms-linear-gradient(-45deg, #b7fa66 0%, #7ec940 100%);
}

.label-size:active:after{
  background-image: linear-gradient(-45deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -o-linear-gradient(-45deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -moz-linear-gradient(-45deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -webkit-linear-gradient(-45deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
  background-image: -ms-linear-gradient(-45deg, rgb(125,196,64) 0%, rgb(157,210,88) 100%);
}

.label-size:before{
  content: " ";
  height:5px;
  width:5px;
  display:block;
  position:absolute;
  right:-3px;
  top:11px;
  background-color: #fcfdf5;
  border: 1px solid #83ab52;
  border-radius:5px;
  box-shadow: 0 1px 0 #b2ddd83;
}

.label-size span{
  padding:2px 5px;
  border: 1px solid #9e5c26;
  border-radius: 5px;
  box-shadow: inset 0 1px 0 #f5bf8c;
  background-color: #ed943f;
  text-shadow: 0px 1px 1px #000;
  margin-left: 10px;
  background-image: linear-gradient(bottom, rgb(211,95,32) 0%, rgb(223,131,45) 100%);
  background-image: -o-linear-gradient(bottom, rgb(211,95,32) 0%, rgb(223,131,45) 100%);
  background-image: -moz-linear-gradient(bottom, rgb(211,95,32) 0%, rgb(223,131,45) 100%);
  background-image: -webkit-linear-gradient(bottom, rgb(211,95,32) 0%, rgb(223,131,45) 100%);
  background-image: -ms-linear-gradient(bottom, rgb(211,95,32) 0%, rgb(223,131,45) 100%);
}

#Label1 {height:210px !important;}
Simpan dan lihat hasilnya.

sumber:http://blazerracing.blogspot.com/2012/10/cara-memodifikasi-blogger-label-dengan.html
More aboutCara Memodifikasi Blogger Label Dengan CSS3